TK Al Kautsar, Curug Gunungsindur, Bogor









20 September 2010

Dinkes Bogor Resah Iklan Rokok

Kehadiran reklame rokok berdampak buruk. Meski ditempatkan berjauhan dengan lokasi sekolah atau tempat ibadah

Hidayatullah.com--Keberadaan reklame atau iklan rokok yang menyesaki sejumlah ruang dan sudut di Kabupaten Bogor mengundang kekhawatiran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Pasalnya, akan menambah perokok aktif baru terutama generasi muda.

Namun bagi Bupati Bogor yang mengijinkan pemasangan iklan itu tentu bertujuan agar PAD Kabupaten Bogor terus meningkat.

“Kehadiran reklame rokok berdampak buruk. Meski ditempatkan berjauhan dengan lokasi sekolah atau tempat ibadah, tapi mengundang daya tarik tersendri bagi generasi muda untuk mencoba sehingga timbul perokok akktif baru,” ujar Kepala Bidang Promosi dan Sumber Daya Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Bogor dr. Dini Susanti, Minggu.

Balita Diajarkan Calistung, Saat SD Potensi Terkena ‘Mental Hectic’

JAKARTA–Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si anak akan terkena ‘Mental Hectic’.

”Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,” ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).

Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada ‘qitah’-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.